Jumat, 15 November 2013

Punya Pasangan Introvert ? Why not ?

SECARA karakteristik, kepribadian manusia dibagi menjadi 2 Species INTROVERT dan EXTROVERT. Sisanya, adalah percampuran dari species keduanya meski namanya AMBIVERT gue banget. ke kedua kubu itu akan selalu ada. Tapi di sini, saya memang tidak sedang membicarakan diri sendiri yang kemudian dianggap sebagian orang sebagai tindakan konyol . Saya hanya percaya, apa yang selalu saya tulis adalah perwakilan dari suara sebagian setiap spesies EXTROVERT yang mencaci INTROVERT dengan kata kata kejam. Untung gue Ambivert

Oke jika  si agan - aganwati ini memiliki pasangan yang punya kategori INTROVERT sedangan agan - aganwati sendiri EXTROVERT. apa yang ada di benak kalian mempunyai pasangan berkarater bertolak belakang dari diri agan sendiri ? Bukankah jika banyak kesamaan itu lebih seru kata lain klop. Bagi yang kurang beruntung mempunyai kekasih hati beda spesies. Jangan berkecil hati. Punya pasangan beda species itu something. di bawah ini hal apa saja yang perlu agan ketahui tentang sosok INTROVERT.


Beberapa Hal yang Boleh Kamu Ketahui Tentang Seorang Introvert

Mereka tak punya teman
Orang-orang ekstrovert tentu akan cocok berteman dengan yang seekstrovert dirinya. Meski seorang ekstrovert bisa menjalin persahabatan dengan introvert, namun lebih banyak orang yang hanya menganggap sang introvert sebagai teman biasa atau sebatas kenal. sungguh tragis..

Mereka punya teman imajiner
Karena merasa tidak memiliki sahabat sesuai dengan keinginan hatinya, seorang introvert memunculkan teman imajiner di usia kanak-kanak atau ketika masa puber berlangsung.

Mereka dianggap aneh
Orang-orang akan menilainya aneh karena dia lain daripada yang lain.Bagaimana tidak dianggap aneh, jika dalam sebuah komunitas, dia yang paling banyak diam sementara yang lain tampak responsif. tak jarang species extrovert membenci spesies ini.

Mereka dianggap sombong
Tidak banyak bicara adalah ciri khas orang introvert. Hal inilah yang membuat mereka dicap sombong. Padahal jika dia disapain, dia tentu akan ramah merespons. cuma terkadang responnya pelit

Mereka ditertawakan di belakang
Mereka tampak diterima baik di komunitas sekolahnya atau kuliahnya. Tapi sesungguhnya, mereka adalah salah satu korban dari bulan-bulanan sekelompok orang. Entah untuk memperolok selera bajunya, caranya bicara, atau lain-lain.

Mereka dicela di belakang

Yang dilihat adalah yang menampakkan diri dan 'berbicara', padahal seorang introvert lebih banyak bekerja tanpa banyak mulut. Jika mereka ditempatkan di dunia kerja, otomatis mereka akan bekerja seprofesional mungkin, tapi untuk basa-basi sosialita, mohon maaf, mereka kurang bisa melakukannya. Kalau ketidakmampuan ini membuat mereka dicela, adalah pahala baginya dan dosa bagi yang mencela.

Mereka sangat menyukai ketenangan
Kebisingan adalah musuh besar seorang introvert. Mereka suka biru langit, mereka tidak suka warna-warni mentereng. Mereka akan menutup telinga mereka dengan earphone dari MP3 player yang memasang musik rok keras-keras. Sebab lebih baik mendengarkan tempo musik ketimbang suara teriakan, canda tawa, atau obrolan orang lain.

Mereka tidak suka keramaian.
Sesungguhnya mereka menghindari keramaian lantaran tidak ingin mendapati lebih banyak orang-orang yang melihatnya aneh. Selain itu, ia lebih memilih berjalan sendiri ketimbang berkelompok dengan orang-orang yang tidak disukainya. Pantai, pegunungan, taman, adalah sahabat seorang introvert, dan tentu saja dengan keadaan yang jauh lebih sepi.

Mereka kaku
Mereka hanya akan kaku pada situasi yang mengharuskan mereka tampil santai dengan sekumpulan orang-orang ekstrovert. Tapi jika mereka ditempatkan di situasi profesional atau akademisi, mereka sanggup melakukannya. Bahkan bisa jauh lebih baik dari ekstrovert. 

Mereka dianggap serius
Beberapa orang berpikir orang serius adalah orang yang cerdas, sialnya sebagian lagi menganggap yang serius-serius itu tidak bisa diajak bercanda. Padahal tiap orang punya sense of humor yang sama. Dan seorang introvert bisa menunjukkan kegilaannya hanya pada orang-orang yang dianggapnya sahabat.

Mereka misterius
Mereka dianggap menyimpan misteri. Padahal, tak ada satu maksud apapun pada diri mereka sehingga mereka tampil dengan predikat misterius. Itu adalah asumsi orang lain saja. Mereka tidak misterius, mereka hanya tidak ingin menunjukkan dirinya lebih intens.

Mereka gugup
Biasanya mereka gugup di awal-awal presentasi kelas atau presentasi rapat kantor. Tetapi, setelah itu mereka bisa menguasai keadaan dan semuanya lancar. Tapi biasanya, perasaan dagdigdug muncul sebelum mereka tampil. Alias, kegugupan hanya muncul di awal saja. Sesuatu hal yang juga dirasakan ekstrovert saya rasa.

Mereka pemimpin
Seorang introvert mungkin memiliki kekurangan sebagai pemimpin karena kurang mampu mengerahkan anak buah atau anggota-anggotanya. Namun intuisi mereka terasah berdasar pembawaan masa kecil. Hal itu pula yang membuat kemampuan empati mereka jauh lebih banyak ketimbang ekstrovert. Sebuah modal yang baik menjadi seorang pemimpin.

Mereka tertutup
Mereka menyimpan masalahnya sendiri. Pantang bagi mereka untuk membicarakan hal yang paling personalnya pada orang lain atau keluarga.  Mereka mungkin pernah cerita pada satu orang yang dianggapnya sahabat, tapi ketika sahabat itu membocorkan rahasianya, citra pertemanan pun rusak. Dia pun tidak/kurang lagi mempercayai teman yang bersangkutan. Meski hubungan pertemanan masih berjalan, namun dia tidak lagi bercerita mengenai dirinya. Jadi beruntunglah bagi kalian yang dipercaya seorang introvert. Namun, jika kalian sadar teman introvert itu tak lagi bercerita mengenai masalah personalnya, bisa berarti bahwa itu merupakan tanda kekecewaan terhadapmu.

Mereka hidup dalam bayangan masa lalu
Mereka mungkin pecundang dan pengecut. Tapi mereka juga tidak perlu ditolong dan dikasihani. Mereka mungkin masih dibayangi masa lalunya, namun mereka cukup cerdas untuk tidak memaku diri di masa lalu. Mereka hanya ingin bagian ketika pengalaman indah di masa lalu, terjadi lagi ketika mereka berada di situasi yang menyedihkan. 

Mereka pekerja di belakang layar
Mereka tidak ingin terlihat. Mereka benci jadi pusat perhatian. Mereka lebih puas melihat karya yang sudah dikerjakannya tanpa perlu sebanyak apa orang-orang mengetahui keberadaannya.

Mereka anonim
Bagi orang ekstrovert, menjadi telanjang itu penting. Tapi tidak untuk introvert, anonim atau setengah anonim adalah bagian dari dirinya. Tapi seorang introvert juga maklum pada nada-nada minor yang mengharuskannya tampil telanjang.

Mereka korban bullying
Karena melulu kelihatan diam, mereka jadi mudah mengalami korban penindasan karena dianggap lemah. Kalau tidak hati-hati, yang mem-bully-nya akan terkena serangan balik dari seorang introvert yang sudah dikerjai. Sebab salah satu motto kalangan introvert adalah 'duduk seperti kucing, mengaum seperti harimau'. Mereka tidak akan segan-segan membalas perbuatan orang-orang yang menyakitinya dengan cara mereka sendiri.

flickriver.com

Mereka menunggu
Mereka tidak mencari teman. Teman baik akan datang sendirinya. Begitupula dengan pacar. Pacar pun akan datang dengan sendirinya. Tapi kita semua tidak hidup di negeri dongeng. Tidak mencari, berarti besar kemungkinan yang kita dapatkan adalah NOL. Di sinilah salah satu kelemahan introvert, mereka lebih baik menunggu daripada mencari.

Mereka pemikir
Diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Diam adalah berpikir. Diam juga bukti kesabaran. Jadi terlalu naif untuk menuntut seorang introvert menjadi lebih tegas, lebih mature, lebih manly, karena jika kau memaksa mereka, mereka akan menunjukkan kepada dirimu sebagai ledakan bom waktu. Dan, tidak ada yang lebih jantan selain meredam bom waktu tersebut dengan diam. bagi spesies mereka "DIAM itu EMAS"

Mereka depresif
Mereka sendiri pun tidak mengerti. Apalagi kalian yang ekstrovert. Lahir dengan pembawaan yang sedemikian 'sial'. Berhubungan sama masyarakat nggak bisa, berdamai sama diri sendiri aja butuh waktu yang lama sampai ngajogrog di titik kedewasaan sesungguhnya. Tapi mereka mudah depresif dalam keadaan tertentu, dan bisa berakibat fatal bagi yang sudah kadung parah. Jadi, seantipatinya kamu dengan kalangan introvert, pahami keberadaannya dan perhatikan.

Mereka melankolis
Karena lebih sering sendiri dan menikmati segala sesuatunya sendiri, mereka dicap sebagai sosok melankolis. Karena mereka lebih mampu mengungkapkan perasaan lewat tulisan ketimbang oral langsung, orang-orang akan mengetahui sisi-sisi dia yang lebih telanjang dan terlihat. Salah satunya sisi melankolis, dan semua orang punya itu. Ah, ayolah. Kucing pun punya.

Mereka tak bisa menghapus cinta pertamanya
Cinta pertama tidak harus seseorang yang menjadi pacarnya pertama kali, atau seseorang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali. Tapi seseorang yang pernah berarti namun tidak bisa ia dapati kembali. Dia mungkin hanya merasakan kebersamaan yang romantis dengan orang yang dicinta dalam hitungan bulan. Namun, setelah usai, dampaknya luar biasa terasa. Jadi beruntunglah bagi orang yang menjadi cinta pertama seorang introvert. Dan biasanya, seorang introvert cukup menyimpan kenangan dalam hati dan tidak punya tindakan meraih cinta lama mereka. Mereka bahkan lebih memilih untuk menjauh ketimbang harus melihat keberadaan yang dicinta, berakhir bahagia dengan lain orang. Memang punjangga sejati

Mereka setia
Seorang introvert akan memegang komitmen sekukuh yang ia bisa dengan pasangannya. Namun ia akan sangat marah dan kecewa jika sang pasangan mengkhianatinya. Sebab baginya, lebih baik jujur dan terus terang ketimbang menusuk dari belakang. Seorang introvert akan memaafkan seseorang yang dicintainya, bahkan jika yang dicintai menginginkan pergi dari kehidupannya. Baginya, itu lebih luhur ketimbang menjadi pengkhianat. Bagi seorang introvert, loyalitas itu perkara maha suci dalam hubungan pertemanan atau percintaan. Ini karena para introvert menganggap teman dan pacarnya sebagai kata benda yang bernama pertemanan dan percintaan, bukan sebagai manusia yang manusiawi sehingga bisa berbuat khilaf, berdusta, dan berpaling.

Jadi kenali sosok Karakter Seorang Introvert. Jangan langsung menjudges doi ntar di nyesek gantung diri mati gimana ? kan repot.
Kopi tak selamanya pahit gan . Pasangan yang cocok untuk introvert adalah extrovert. Karena ada timbal balik dari keduanya. ada plus minusnya. bayangin aja kalo kutub magnet minus sama minus di ketemuin apa yg terjadi ? nah itu sama dengan percintaan.

Note : 
Semua orang menilai seseorang dari raut muka, cara bicara, dan pakaian yang dikenakan, tapi hanya beberapa saja yang mampu menilai seseorang dari hati, setelah melihat lebih dekat, dan tak terlalu cepat-cepat menghakimi.

Tidak ada komentar: